Dalam waktu dekat Pelabuhan penyeberangan di Mobongo Kecamatan Amurang Barat, Kab. Minsel ini akan segera beroperasi. Jadi jika pelabuhan penyeberangan sudah mulai dioperasikan, maka dua pelabuhan di Amurang akan berfungsi bersamaan yaitu pelabuhan laut dan penyeberangan. Dengan begitu, Minsel akan lebih berkembang dalam sektor kelautan, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Minsel dalam mengembangkan perekonomian.
Pelabuhan ini pun akan akan semakin ramai dengan peningkatan aktifitas seiring dibukanya rute angkutan dan barang dari dan menuju Amurang (menjadi tempat sandar dan bongkar muat ribuan perahu nelayan).
Menurut catatan sejarah, kejayaan Pelabuhan Amurang diyakini berlangsung sejak 1512, saat Portugis membangun benteng di pesisir Amurang. Benteng itu masih dapat dilihat di dalam kompleks Pasar Amurang. Pelabuhan dibangun untuk memperlancar jalur perdagangan kopra dan rempah-rempah yang terhubung dengan Ternate, Banda, dan Ambon di Maluku.
Kemegahan Teluk Amurang sejak itu nyaris tak terlihat hingga akhirnya Amurang menjadi ibu kota Minahasa Selatan, kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Minahasa. Teluk Amurang kembali mendapat perhatian.
Kemegahan Teluk Amurang sejak itu nyaris tak terlihat hingga akhirnya Amurang menjadi ibu kota Minahasa Selatan, kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Minahasa. Teluk Amurang kembali mendapat perhatian.
Sejak pemerintah membangun pelabuhan baru di Bitung tahun 1975, kejayaan Amurang memudar. Kapal niaga beralih berlabuh di pelabuhan yang berjarak sekitar 80 km dari Amurang itu, namun sejak tahun 2008, Pelabuhan Penyeberangan Amurang dihidupkan kembali, termasuk pelabuhan perikanan. Pemandangan laut pun langsung bisa disaksikan dari jalur trans-Sulawesi, di daerah Mobongo.
Rute transportasi laut dari Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur untuk melakukan kegiatan usaha ekonomi, jadi dekat dan tidak lagi harus ke Kota Bitung atau Palu, Sulawesi Tengah untuk mendapatkan angkutan penyeberangan laut.
Dibukanya jalur penyeberangan Amurang-Balikpapan menunjukkan kesiapan pemerintah daerah meningkatkan pembangunan pelabuhan di Amurang menjadi berskala nasional dan bahkan internasional.
Pembukaan rute penyeberangan Amurang-Balikpapan mendapat respon positif warga yang berharap pemerintah daerah terus meningkatkan pelabuhan laut Amurang menjadi berskala nasional dan bahkan internasional.
Dibukanya jalur penyeberangan tersebut tidak terlepas dari peran serta Kami hal mana dalam rangka pengadaan barang/jasa pada pengguna Jasa Dinas Perhubungan Sulawesi Utara, Agusta Primakarsa sebagai Konsultan Pelabuhan telah melaksanakan Pekerjaan Survey, Investigasi dan Desain (SID) Dalam Rangka Pembangunan Dermaga Penyeberangan di Lokasi Amurang, berikut datanya :
Tahun 2007
Paket Pekerjaan : Survey, Investigasi dan Desain (SID) Dalam Rangka Pembangunan Dermaga Penyeberangan di Lokasi Amurang
Satuan Kerja : Dinas Perhubungan Sulawesi Utara
No./Tgl Kontrak : 008/K/PPK.SID/DJPLPL/V/2007, tanggal 7 Mei 2007
Tahun 2006
Paket Pekerjaan : Survey, Investigasi dan Desain (SID) Dalam Rangka Pembangunan Dermaga Penyeberangan di Lokasi Amurang
Satuan Kerja : Dinas Perhubungan Sulawesi Utara
No./Tgl Kontrak : 006/K/PPK.SID/AML/VII/2006, tanggal 4 Juli 2006

